Catatan
12 Januari 2016
GELISAHKU
Gelisahku,
saat tiba waktunya aku mulai binggung,
Gelisahku,
tidak ada yang dapat aku lakukan,
Gelisahku,
terdiam dan menanti sesuatu yang aku sendiri tidak tau apakah itu,,
Gelisahku,
hanya termenung mengharapkan keajaiban Tuhan,
Gelisahku,
membuat pikiran ini mulai tidak karuan,
Gelisah,
gelisah, dan gelisah,

Mengapa
aku gelisah?
Apakah
karna aku tidak yakin dengan takdirnya?? Aku rasa tidak!!! Sebab aku yakin
Ataukah
aku kurang faham dengan yang namanya Takdir?? Hmmm bisa jadi,,,
Ataukah
kegelisahan ini juga yang dinamakan takdir,
Binggung
mulai menghantuiku,
Rasanya
pondasi keimanan yang aku bangun tidak kuat, sehingga aku merasakan kegelisahan
ini,
Pada
titik tertentu ingin ku teriak sekuat mungkin, kalau aku takut,
Takut
kalau kegelisahan ini nantinya akan membawa ku pada kehancuran,
Dalam lubuk hati paling dalam, aku ingin ada yang mengerti tentang kegelisahan
ini,
Namum,,,
siapakah dia??
Dalam
kegelisahanku, ku coba bangkit untuk mencari sosok itu,
Tapi
lagi-lagi aku terjebak dalam kebinggungan, harus kemanahkah aku, untuk mencari
sosok yang ku cari, haruskah aku memasuki rumah kerumah?, kos kekos?, ataukah
harus ku daki gunung tertinggi dilombok (Rinjani)??
Kebinggungan
ini membuat kegelisahanku semakin menjadi-jadi,
Disela-sela
kegelisahan ini ada bisikan, “Wudhu fis, lalu tunaikan 2 rakaat, Insya Allah,
Tuhan menyertaimu”,
Tapi
disisi laen ada bisikan lagi “ngapain 2 rakat fis? Lebih baik nyalakan Musik
terus bergoyang pasti happy”
Dan
pada akhirnya ku coba mengikuti bisikan pertama, bangkin dan tunaikan dua
rakaat, Alhamdulillah sosok yang kucari akhirnya kutemui juga.
Membangun
komunikasi, mencurahkan segala kegelisahan padanya,
Ketenangan
jiwa akhirnya dapat kurasakan.
(Fis)